Hmmm …. hari ini aku setelah aku sadari kalau aku dah salah, kerena telah membawa masalah urusan dalam negeriku kemata publik. Aku sungguh-sungguh meminta maaf yang sedalam-dalamnya dari dalam lubuk hatiku.

Maafkanlah aku “NEGERIKU” tercinta. Aku sungguh-sungguh telah bersalah atas perbuatanku ini. Sebenarnya aku hanya ingin mengungkapkan rasa kekesalan hatiku oleh sebab dari sebuah peraturan yang kuanggap seolah-olah tidak memiliki goals. Jika hanya untuk menjaga kebersihan dan kerapian, toh tidak perlu dengan cara begini, mungkin masih ada solusi yang lain. Aku hanya takut mengungkapkan rasa kekesalanku ini. Karena meilhat dari berbagai keadaan, setiap pendapat mahasiswa tidak akan dihargai ataupun digubris.

Apalagi dengan semenjak perpindahan ini. Sungguh dari lubuk hatiku yang paling dalam aku meminta maaf kepadamu negeriku. AKU BUKAN PENGECUT TETAPI HANYA TAKUT UNTUK MENGUNGKAPKANNYA. Semoga pemintaan maaf ini engkau terima “NEGERIKU”.

~~~~

Dalam satu minggu ini merupakan minggu tenang persiapan menjelang UAS, tetapi entah mengapa sampai pada detik ini aku belum meneyentuh satu buahpun mata kuliah yang akan diujikan pada minggu depannya. Sebenarnya tekad untuk belajar sudah tertanam sangat dalam didalam lubuk hatiku ini (…. huek ….).

Tapi entah mengapa setiap kali ingin menyetuh buku pelajaran maupun menyentuh slide selalu terbentur dengan banyak kendala baik itu bermain game atau menonton.

Padahal aku bukanlah orang yang smart-smart banget. Orangnya biasa-biasa aja kok. Huh perjuangan untuk Proyek akhir juag belum berakhir. Ya tapi aku pasti bisa. Jangan hanya mengeluh saja. Is that right my friend? :D